Review Ajazz AK820 Pro: Keyboard Budget dengan Layar LCD Keren
Hari itu saya lagi ngetik artikel di sebuah coffee shop di Jakarta Selatan. AC dingin, kopi sudah tinggal setengah, tapi mood kerja hancur cuma gara-gara satu hal: keyboard lama saya mulai ngadat. Beberapa key terasa keras, ada yang double input, dan yang paling bikin kesal—suara ketikannya jadi nggak konsisten. Sebagai freelancer, keyboard itu bukan sekadar alat. Itu partner kerja harian. Kalau dia bermasalah, kerjaan ikut kacau.
Akhirnya saya memutuskan cari pengganti. Syaratnya jelas: nyaman, fleksibel, dan kalau bisa ada sesuatu yang bikin kerja terasa lebih hidup.
Di situlah saya ketemu Ajazz AK820 Pro.
Pertama Kali Pegang: “Ini Keyboard Budget?”
Jujur, ekspektasi saya biasa saja. Harga di Rp839.000 itu biasanya masuk kategori “oke, tapi jangan berharap terlalu banyak”.
Begitu unboxing, saya langsung berhenti sejenak.
Build-nya terasa lebih solid dari yang saya kira. Beratnya sekitar 0.8 kg—cukup mantap tanpa terasa bulky. Finishing ABS-nya juga rapi, nggak ada kesan murahan.
Isi box-nya juga lengkap:
- Keyboard
- Kabel Type-C
- Dongle wireless
- Keycap puller
- Manual
Simple, tapi semua yang dibutuhkan sudah ada.
Desain 75% yang Pas Buat Meja Kerja
Saya sudah coba berbagai layout, dari full size sampai 60%. Dan jujur, 75% itu sweet spot.
Ajazz AK820 Pro ini punya:
- Tombol panah tetap ada
- Function row masih lengkap
- Tapi tetap compact
Dimensinya sekitar 327 × 136 × 40 mm. Di meja kerja saya yang nggak terlalu besar, ini jadi terasa lega. Masih ada space buat mouse, catatan, bahkan gelas kopi tanpa sempit-sempitan.
Layar TFT: Awalnya Gimmick, Ternyata Kepake
Nah ini yang bikin saya penasaran: layar TFT di keyboard.
Awalnya saya pikir, “Ah paling cuma gimmick.” Tapi ternyata…
Layar ini bisa:
- Menampilkan status baterai
- Mode koneksi (Bluetooth / 2.4G / kabel)
- Custom animasi atau info
Yang paling saya suka? Feel interaktifnya.
Setiap kali pindah mode atau setting, ada feedback visual yang jelas. Rasanya kayak pakai gadget premium, bukan sekadar keyboard.
Dan jujur saja—di coffee shop, ini sering jadi bahan obrolan orang sebelah.
Tri-Mode: Fleksibilitas yang Saya Butuhkan
Sebagai freelancer, saya sering pindah device:
- Laptop kerja (Windows)
- MacBook pribadi
- Tablet
Ajazz AK820 Pro ini support:
- Type-C (wired)
- Bluetooth 5.1
- 2.4G wireless (dongle)
Dan perpindahannya cepat.
Saya biasanya pakai:
- 2.4G untuk kerja serius (latency rendah)
- Bluetooth untuk santai atau pairing ke tablet
Stabilitasnya juga solid. Nggak ada delay aneh atau disconnect tiba-tiba selama pemakaian saya.
Pengalaman Mengetik: Ini yang Bikin Ketagihan
Sekarang bagian paling penting: feel mengetik.
Keyboard ini pakai dua opsi switch:
- Ajazz Gift Switch (linear)
- Ajazz Flying Fish Switch (linear)
Unit yang saya pakai: Flying Fish Switch
Spesifikasinya:
- Initial force: sekitar 42g
- Bottom force: sekitar 48g
- Travel: 3.5 mm
Dan yang saya rasakan:
Smooth. Ringan. Konsisten.
Buat ngetik panjang (artikel 2000 kata lebih), jari nggak cepat capek. Tidak ada “scratchy feeling” yang sering muncul di keyboard murah.
Sound profile-nya juga enak:
- Tidak terlalu nyaring
- Ada sedikit “thock” lembut
- Cocok buat kerja di tempat umum tanpa ganggu orang
Gasket Mount + Flex Cut: Beda yang Terasa
Ini fitur yang biasanya ada di keyboard mahal: gasket mount + flex-cut PC plate.
Awalnya saya nggak terlalu peduli. Tapi setelah dipakai beberapa hari, baru terasa bedanya.
- Tekanan key terasa lebih empuk
- Ada sedikit “bounce” saat mengetik
- Tidak kaku seperti keyboard biasa
Dipadukan dengan PCB 1.2mm dan plate PC fleksibel, hasilnya: typing experience yang lebih “hidup” dan nyaman dalam jangka panjang.
RGB dan “Lampu yang Nggak Sekadar Norak”
Saya bukan penggemar RGB berlebihan. Tapi di AK820 Pro ini, RGB-nya cukup tasteful.
- 1.6 juta warna
- Banyak mode efek
- Bisa disesuaikan
Biasanya saya pakai mode static putih atau soft gradient. Tapi kalau lagi bosan, tinggal ubah ke efek “light show”—dan suasana kerja langsung berubah.
Hot-Swappable: Surga Buat yang Suka Ngoprek
Keyboard ini support hot-swappable 3/5 pin.
Artinya:
- Kamu bisa ganti switch tanpa solder
- Bebas eksperimen feel mengetik
Saya sempat coba:
- Ganti beberapa key dengan switch tactile
- Bandingkan feel di tombol tertentu
Dan ya, ini bikin keyboard terasa lebih personal.
Varian AK820: Mana yang Harus Dipilih?
Ajazz merilis beberapa varian:
- AK820 V2
- AK820 V2 with Screen
- AK820 V2 Pro
- AK820 GTS Pro 3 TS (dengan LED screen dan gasket structure)
Kalau kamu bingung, versi saya:
- AK820 biasa: untuk yang cari murah dan simpel
- AK820 with screen: kalau penasaran layar
- AK820 Pro: paling worth it (fitur lengkap)
- GTS Pro 3 TS: buat yang mau all-out experience
Saya pribadi pilih AK820 Pro karena balance antara harga dan fitur.
Warna dan Estetika: Nggak Boring
Pilihan warna:
- Fog Sea
- Starry Night
- Contour White
- Counter Black
- Glass Soda
- Periodic Table
Unit saya warna Fog Sea—dan jujur, ini salah satu warna paling “tenang” yang pernah saya pakai.
Tidak mencolok, tapi tetap punya karakter.
Baterai 4000mAh: Tahan Lama, Nggak Drama
Dengan kapasitas 4000mAh:
- Bisa tahan beberapa hari penggunaan aktif
- Tidak perlu sering charge
- Cocok untuk kerja mobile
Saya pakai kombinasi Bluetooth dan 2.4G, dan biasanya baru charge setelah 3–4 hari.
Hal Kecil yang Ternyata Penting
Beberapa detail kecil yang bikin saya makin nyaman:
- NKRO support: tidak ada ghosting saat mengetik cepat
- Stabilizer cukup stabil (walau masih bisa di-mod kalau mau lebih halus)
- Kompatibel Windows & macOS tanpa ribet
- Dongle tersimpan rapi
Hal-hal kecil seperti ini sering diabaikan, tapi justru bikin pengalaman harian jauh lebih enak.
Kekurangan (Biar Fair)
Tidak ada produk yang sempurna. Beberapa hal yang saya rasakan:
- Case masih ABS (bukan aluminum)
- Stabilizer out-of-box masih bisa ditingkatkan
- Layar TFT belum terlalu advanced (lebih ke basic info & estetika)
Tapi dengan harga Rp839.000, ini masih sangat bisa dimaklumi.
Momen “Klik”: Kenapa Saya Tetap Pakai Ini
Sekitar seminggu setelah pakai, saya sadar sesuatu.
Saya tidak lagi mikirin keyboard saat kerja.
Tidak ada gangguan. Tidak ada rasa kesal. Tidak ada keinginan ganti.
Dan buat saya, itu indikator paling jujur.
Keyboard yang bagus adalah yang “menghilang” saat dipakai—karena semuanya terasa natural.
FAQ
Apakah Ajazz AK820 Pro cocok untuk pemula mechanical keyboard?
Apakah layar TFT benar-benar berguna?
Lebih baik pilih Bluetooth atau 2.4G?
Penutup: Worth It atau Tidak?
Kalau kamu lagi cari keyboard:
- Compact 75%
- Nyaman dipakai lama
- Ada fitur unik (layar TFT)
- Dan harga masih masuk akal
Ajazz AK820 Pro ini salah satu pilihan paling masuk akal di kelasnya.
Saya sudah pakai untuk nulis, kerja, bahkan sekadar browsing santai—dan sejauh ini belum ada alasan untuk ganti.
Kalau kamu penasaran, coba cek varian yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu. Dan kalau sudah pernah pakai juga, saya penasaran—pengalaman kamu gimana?




Posting Komentar